Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan

Authors

  • Amelia Nur Hidayanti STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA
  • Nopi Hendriani STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA

DOI:

https://doi.org/10.36049/jgk.v14i1.289

Keywords:

Exclusive Breastfeeding, Toddlers, Stunting

Abstract

The prevalence of stunting based on the World Health Organization (WHO) states that the incidence of stunting in 2022 worldwide is 56.5%. One of the factors that causes stunting is the problem of unbalanced nutrition/food, one of which is providing exclusive breastfeeding. Breast milk (ASI) is milk produced by the mother and contains nutrients needed by the baby for the needs and development of the baby. Objective to determine the relationship between the history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months at the Laladon Health Center in 2024. This study used a descriptive analytical design with a cross-sectional study approach method. This type of research is an analytical study with a cross-sectional design, using the Chisquare test. The sample in this study was 96 stunted toddlers. The measurement results were analyzed using the chi- square test. Results there is a relationship between the history of breastfeeding and the incidence of stunting in children aged 24-59 months with a p-value of 0.000 and an OR value of 63.7. Conclusion there is a relationship between the history of breastfeeding and the incidence of stunting in children aged 24-59 months at the Laladon Health Center. can provide information about the history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting.

References

Arbain, T., Saleh, M., Putri, A. O., Noor, M. S., Fakhriyah, Karimah Amaliah Inanda, Ranindy Kasmawardah, Qadrinnisa Siti Abdurrahman, Muhammad Hashfi Ridwan, A. M., Fitriani, L., & Arsyad, M. (2022). “Stunting Dan Permasalahannya.” CV Mine. Batubara, N., Simamora, A. N., Ritonga, N., Siregar, Y. A., & Said, A. A. (2024). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pokenjior Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia, 9(1), 27– 34. BRIN. (2023). Research Contribution Lowers Stunting Prevalence Rate. https://www.brin.go.id/en/news/113553/rese archcontribution-lowers-stunting- prevalence-rate-1 Dinkes Kota Bogor. (2023). Profil Anak Kota Bogor Tahun 2023. In Pusat Kajian Gender Dan Anak Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (Bogor). Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kota Bogor.

Fitriani, N. (2023). Data terbaru! Prevalensi stunting di Jabar menurun 4,3%, pencapaian target WHO semakin

dekat.https://opendata.jabarprov.go.id/id/ artikel/da ta-terbaru-prevalensi-stuntingdi-jabar- menurun-43-pencapaian-targetwho- semakin-dekat Ima Karimah, Nuraeni, I., & Yunianto, A. E. (2021). Dukungan Suami, Orang Tua, dan Mertua dalam Pemberian Asi Ekslusif di Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Indonesia (The Indonesian Journal of Health), XI(3), 111–115. Kasatu, B. D., Anggraheny, H. D., & Noviasari, N. A. (2023). Hubungan Faktor Riwayat Mpasi Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar I Kabupaten Demak. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 10(12), 3541–3547. Lestari, T. R. . (2023). Stunting Di Indonesia: Akar Masalah dan Solusinya. Info Singkat: Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual Dan Strategis, XV(14), 21–25. Madinatuzzahrah, M., Hudaya, I., & Meiranny, A. (2023). Literature Review: Faktor- Faktor Pemberian Mpasi Dalam Kejadian Stunting. JITK Bhamada, 14(2). Mahmudah, H., Zainul Maarif, M., Dwi Noviati, T., Renowening, Y., Ridha Program Sarjana, A., Teknologi Sains dan Kesehatan Sugeng Hartono, I., & History, A. (2023). Pemberian ASI Eksklusif Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Usia Balita: Studi Literatur. Jurnal Promotif Preventif, 6(4), 600–607. http://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP Maria Endang Sumiwi. (2023). Intervensi Spesifik untuk Percepatan

Penurunan Stunting. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://ayosehat.kemkes.go.id/pub/files/fil es999472._Materi_Dirjen_Kesmas_Kebij akan_Stunting.pdf Mayuni, T., Noorhasanah, E., Ns, M. I., Rahayu, S. F., & Tauhidah, N. I. (2024). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dan Fasilitas Air Bersih Terhadap Kejadian Stunting. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak,

Copyright @2020, JURNALGENTA KEBIDANAN,http://ejournal.politeknikkesehatankartinibali.ac.id/index.php/JGK Page 8

(1), 47–53. http://journal.ppnijateng.org/index.php/jik a/a rticle/view/2629 Mujadillah, S. A., & Alnur, R. D. (2024). Hubungan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif, Riwayat Pemberian MP-ASI dan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Kejadian Stunting di Kelurahan Kota Baru Kota Bekasi Tahun 2023. Pub Heakth Jurnal Kesehatna Masyarakat, 2(4), 0–5. Rizki, M., Pramesti, A., Djuari, L., & Husada, D. (2024). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dengan Status Gizi dan Kejadian Stunting Anak Usia 2-5 Tahun di Kecamatan Bulak Surabaya. Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK), 7(1),

–83. http://journal.ppnijateng.org/index.php/jik a/a rticle/view/2629 Umay, & Masluroh. (2024). Efektivitas Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Pmb Umay Bekasi. [Manuju: Malahayati Nursing Journal, 6(2). UNICEF Indonesia. (2022). Laporan Tahunan Indonesia 2022. UNICEF Laporan Tahunan Indonesia 2022, 1–19. https://www.unicef.org/indonesia/id/Lapo ran_Tahunan_UNICEF_Indonesia_2022. pdf Upik, N., Masrika, E., Hasan, M., Ahmad, F.,Biomedik, D. I., Kedokteran, F., Khairun, U., Ilmu, D., Anak, K., Kedokteran, F., Khairun, U., Medis, T., & Kepulauan, T. (2023). Edukasi ASI Eksklusif dan Pengenalan Bahan Pelancar ASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Abdidas, 4(1), 7–13. WHO. (2023). Prevalence of stunting in children under 5 (%). https://data.who.int/indicators/i/5F8A486 Wijaya, F. A. (2019). Nutrisi Ideal untuk Bayi 0-6 Bulan. CDK - Journal, 46(4), 296–300.

Downloads

Published

2024-12-30

How to Cite

Amelia Nur Hidayanti, & Nopi Hendriani. (2024). Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Jurnal Genta Kebidanan, 14(1), 31–38. https://doi.org/10.36049/jgk.v14i1.289