Overview of Menstrual Pain Levels Among Female Students of SMK Kesehatan NW Teros East Lombok Regency
DOI:
https://doi.org/10.36049/jgk.v15i1.312Keywords:
Dysmenorrhea, Menstrual Pain, Pain ManagementAbstract
during which many young women experience dysmenorrhea. This study aims to explore the prevalence and impact of menstrual pain among 45 students of SMK Kesehatan NW Teros in East Lombok Regency. The method used is a quantitative descriptive study with a cross-sectional design, where data were collected through interviews and questionnaires utilizing the Numeric Rating Scale (NRS) to measure pain intensity. The results indicate that 98% of respondents experience significant menstrual pain, with 71% reporting pain lasting 1–2 days. Dysmenorrhea negatively impacts daily activities, learning concentration, sleep patterns, and the emotional well-being of adolescents, leading to disruptions in their daily lives. Furthermore, the pain experienced by most respondents reaches high levels (scores 7–10 on the NRS). This study emphasizes the need for effective management approaches, including pharmacological and non-pharmacological therapies, such as aromatherapy, to alleviate menstrual pain. These findings highlight the importance of appropriate interventions to improve the quality of life for students facing menstrual pain issues.
References
Aulia, N. (2016). Pengaruh penggunaan aromaterapi terhadap intensitas nyeri pada wanita usia reproduksi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 19(3), 189–195.
Chaichian, S., Malekzadeh, J., & Sadeghi, N. (2022). Yoga untuk mengurangi gejala dismenorea: Sebuah tinjauan. International Journal of Yoga Therapy, 32(1), 75-82. https://doi.org/10.17761/ijyt.32.1.ei84g5j81267
Dalimartha, S. (2011). Atlas tumbuhan obat Indonesia. Jakarta: Pustaka Bunda.
Dewi, R. (2019). Prinsip-prinsip etika penelitian kesehatan. Jakarta: Kencana.
Ebrahimi, H., Jafarbegloo, A., Sadeghi, R., & Mojtahedi, M. (2021). Variasi individual dalam dismenorea: Peran faktor hormonal. Jurnal Obstetri dan Ginekologi, 18(3), 145-152.
Fitria, N., Kusuma, R., & Sari, D. (2021). Senyawa aktif minyak eucalyptus dan efeknya pada nyeri haid. Jurnal Kesehatan Komplementer Indonesia, 8(1), 45–50.
Fratiwi, Y. (2023). Efektivitas aromaterapi eucalyptus dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(2), 34–40.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hikmah, N., Kusumawati, D., & Lestari, P. (2018). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian dismenore pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi Remaja, 6(2), 45–52.
Jannah, R., & Sulistyawati, W. (2020). Pengaruh penggunaan aromaterapi minyak kayu putih terhadap penurunan nyeri haid. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 10(1), 23–29.
Kusuma, R. (2019). Pengaruh terapi komplementer terhadap intensitas nyeri haid. Jurnal Terapi Alternatif dan Komplementer, 7(1), 29–36.
Ningtyas, S. R. (2019). Faktor-faktor risiko kejadian dismenore pada wanita usia subur di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(2), 73–80.
Puspita, D. (2019). Dampak dismenore terhadap aktivitas sehari-hari remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 7(1), 13–19.
Pustikawaty, I. (2016). Metode nonfarmakologis dalam mengurangi nyeri haid: Sebuah tinjauan literatur. Jurnal Keperawatan Indonesia, 19(3), 189–195.
Rosalinna, E. (2018). Efektivitas inhalasi aromaterapi minyak kayu putih dalam menurunkan intensitas nyeri. Jurnal Penelitian Keperawatan, 4(1), 17–24.
Sari, D., & Prasetyo, W. (2023). Efektivitas minyak eucalyptus sebagai terapi komplementer untuk nyeri haid. Jurnal Kesehatan Holistik, 5(1), 27–35.
Sari, F., & Rahayu, M. (2019). Kandungan dan manfaat minyak kayu putih terhadap nyeri haid: Studi pustaka. Jurnal Ilmiah Farmasi, 8(2), 45–52.
Siregar, A. P. (2020). Faktor-faktor yang memengaruhi intensitas nyeri haid pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi Remaja, 6(2), 87–93.
Sujarweni, V. W. (2014). Metodologi penelitian bisnis dan kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Baru.
Tsamara, F., Sutami, T., & Wardhani, P. (2020). Penggunaan aromaterapi dalam manajemen nyeri pada wanita usia reproduksi. Jurnal Terapi Komplementer, 6(1), 34–42.